GuidePedia

0
Koperasi Kredit Kubu Bingin adalah sebuah lembaga keuangan yang terbentuk dari ikatan pemersatu seniman yang ada di Bali yang tergabung dalam sebuah Sanggar Kalpika Art Studio.
Koperasi ini lahir karena Romo Willy Malim Batuah CDD (Ketua Yayasan Kosayu Malang) sangat prihatin dengan keberadaaan seniman di Bali khususnya pelukis. Mereka tidak punya tempat tinggal menetap dan secara ekonomi keuangan mereka kurang terkelola dengan baik. Tercetuslah sebuah ide/gagasan dari Romo Willy mengkapling tanah  di Perkampungan Seni Kubu Bingin yang terletak di Dusun Tegalbingin, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar untuk para Anggota Seniman Kalpika dengan proses pinjaman (angsuran) dengan memanfaatkan jasa koperasi. 
Romo Willy Malim Batuah, CDD adalah seorang pemerhati seni dan tokoh koperasi kredit/credit union di Jawa Timur (Credit Union Sawiran). Bersama anak didiknya Emanuel Frans Supriyanto mengembangkan koperasi kredit/credit union di Bali. Romo Willy dan Emanuel Frans Supriyanto berhasil mengumpulkan 24 orang anggota Sanggar Kalpika dan akhirnya pada tanggal 23 Oktober 1998 Koperasi Kredit Kubu Bingin berdiri. Kubu Bingin mempunyai makna, “Kubu” artinya rumah, “Bingin” berarti pohon beringin. Harapan Romo Willy, Koperasi Kredit Kubu Bingin bisa mengayomi anggotanya, kokoh dan kuat sepanjang masa. Awal pembukaan koperasi, diumumkan tiap orang anggota koperasi, mesti membayar sebesar Rp 115.000,- dengan perincian simpanan pokok Rp 100.000,-, simpanan wajib Rp 5.000,- administrasi Rp 10.000,- dan bisa membeli tanah 1 are dengan pinjam di Koperasi Kredit Kubu Bingin dengan angsuran ringan tiap bulan. Untuk melayani anggota (beroperasional), Koperasi Kredit Kubu Bingin meminjam satu ruangan milik Pak Hadi Sunyoto (pemilik Rumah Topeng dan Wayang Setiadharma saat ini, anak didik Romo Willy di Yayasan Kosayu Malang).
Tahun 2002 Seiring denganbertumbuhnya anggota dan kebaikan hati Pak Hadi Sunyoto, koperasi berpindah tempat ke sebuah ruangan yang agak lebih luas disebelah  di Wantilan Perkampungan Seni Kubu Bingin dan mengangkat Dewa Ayu Putriani sebagai pengelola (Kepala Operasional Harian).
Setelah dirasa perkembangan koperasi semakin membaik, Pengurus akhirnya mengurus ijin koperasi dan memperoleh Badan Hukum yang dikeluarkan oleh Dinas Koperasi Provinsi Bali  pada tanggal 14 Agustus 2002  dengan nomor Badan Hukum yaitu: 02/BH/DISKOP/VIII/2002.
Pada tahun 2002, atas saran dari Bapak Frans Supriyanto selaku Pendiri Koperasi Kubu Bingin dibelilah tanah seluas 5 are di Tengkulak Mas, Kemenuh, Gianyar atas rekomendasi  I Wayan Sukra. BOM Bali mengguncang perekonomian secara makro, banyak anggota mengundurkan diri dari keanggotaan karena mereka kehilangan mata pencaharian mereka (PHK) dan usaha kerajinan anggota banyak gulung tikar. Pertengahan tahun 2006 SHU Koperasi Kredit Kubu Bingin mengalami defisit sehingga tanah seluas 2 are dijual untuk menutupi kewajiban/hutang di Puskopdit Bali Artha Guna. Pertengahan tahun 2007 ada pemberitahuan dari Pak Hadi Sunyoto bahwa kantor Koperasi Kredit Kubu Bingin akan dipakai kantor operasional Rumah Topeng Wayang Setiadharma dan diberi batas waktu pemakaian gedung sampai awal tahun 2008.
Kepengurusan bingung, antara kontrak dan membangun gedung dan atas pertimbangan Pak Emanuel Frans Supriyanto akhirnya membangun gedung minimalis. Pembangunan gedung ternyata membawa dampak, kepercayaan mulai terlihat, anggota memberikan dukungan untuk menyimpan dananya di Koperasi Kredit Kubu Bingin. Emanuel Frans Supriyanto  merasa terketuk hatinya untuk membantu keuangan Koperasi Kredit Kubu Bingin karena ia melihat kerja keras manajemen dan kepengurusan Koperasi Kredit Kubu Bingin. Ia mendatangkan bantuan dana dari Kopdit Kosayu Malang untuk dipinjamkan di Koperasi Kredit Kubu Bingin dengan suku bunga ringan. Dana yang dipinjamkan dari Kopdit Kosayu Malang dipergunakan untuk menutup hutang di Puskopdit BAG. Sejak itu Koperasi Kredit Kubu Bingin meminjam baru lagi untuk pembangunan Gedung di Tengkulak Mas  Kemenuh Gianyar dan kemudian diresmikan pada saat RAT IX tahun Buku 2007 pada hari Minggu, 30 Maret 2008 oleh Puskopdit Bali Artha Guna. Berdirinya gedung ini ternyata membawa dampak yang sangat besar, yang terlihat dengan peningkatan aset dan jumlah anggota.
Perkembangan selanjutnya, semangat pelayanan dan pengabdian para pendiri telah membawa Koperasi Kredit Kubu Bingin kepada periode pertumbuhan yang sangat baik.Kebijakan-kebijakan yang diambil selalu mengedepankan kebutuhan anggota. Perhatian juga diberikan kepada generasi muda dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menjadi anggota.Kebijakan ini sungguh bermanfaat untuk menyiapkan anak-anak menjadi kader-kader koperasi di masa mendatang.
Tahun 2011, Koperasi Kredit Kubu Bingin mulai membuka Tempat Pelayanan di Desa Duda Selat Karangasem.Ini adalah hasil komunikasi yang baik antara Bapak Komang Mertha dengan I Komang Jiwa salah satu warga Sidemen Karangasem. Pertumbuhan anggota cukup tinggi, kehadiran kopdit disini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
Kemajuan yang dirasakan oleh seluruh anggota Koperasi Kredit Kubu Bingin adalah buah kerja keras dari semua unsur koperasi, anggota, pengurus, pengawas dan manajemen.Tiga pilar Koperasi Kredit yaitu Swadaya, Solidaritas dan Pendidikan menjadi dasar yang kuat dalam mengembangkan usaha.Pendidikan di tingkat anggota, manajemen, pengurus dan pengawas selalu diupayakan agar pengelolaan kopdit semakin hari semakin profesional.
Pendidikan dasar Koperasi Kredit bagi anggota diadakanrutin setiap tahun dengan harapan agar anggota semakin memahami akan hak dan kewajibannya. Anggota adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi. Oleh karena itu semakin banyak dan berkualitasnya anggota maka koperasi akan semakin besar.
Pengelolaan Koperasi Kredit Kubu Bingin dilakukan oleh Manajemen Kopdit dengan prinsip-prinsip usaha keuangan dengan penuh kehati-hatian dengan mengutamakan pelayanan yang tulus kepada anggota.Keterampilan dari pengelola selalu ditingkatkan dengan pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh Gerakan Koperasi Kredit Indonesia melalui Puskopdit Bali Artha Guna maupun oleh Induk Koperasi Kredit dan juga pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi/Dekopin. Dengan terus menerus diberdayakan dan ditingkatkannya kemampuan dalam perkembangan usahanya selalu dalam keadaan sehat dan telah menjadi Koperasi Kredit Ideal yaitu beranggotakan lebih dari 1000 orang dan telah beraset lebih dari 1 Milyar dan telah diaudit oleh auditor internal Puskopdit Bali Artha Guna.
Rapat Anggota Tahunan yang adalah pemegang kekuasaan tertinggi Koperasi selalu diadakan setiap tutup tahun buku untuk mengevaluasi usaha, merencanakan program kerja dan menentukan pola kebijakan koperasi agar tetap mampu eksis dalam perkembangan zaman.
Keikutsertaan Koperasi Kredit Kubu Bingin dalam keluarga besar GKKI telah memberikan banyak kemajuan. 5 wajib yang disyaratkan oleh GKKI yaitu Solidaritas, Pendidikan, Silang Pinjam Nasional, Audit dan Daperma telah membawa lembaga ini ke arah lembaga yang sehat dan aman.
Kekuatan jaringan yang adalah kekhasan Koperasi Kredit, menjadikan Koperasi Kredit Kubu Bingin akan selalu diberdayakan mengikuti perkembangan jaman. Di Bali terdapat 22 Koperasi Kredit dengan anggota lebih dari 30.000 orang yang tergabung dalam Pusat Koperasi Kredit Bali Artha Guna. Di tingkat Nasional Koperasi Kredit Kubu Bingin berada dalam naungan Induk Koperasi Kredit yang beranggotakan  929 Koperasi Kredit dengan jumlah anggota 2.235.866, di Asia  Koperasi Kredit Kubu Bingin tergabung dalam ACCU (Asian Confederation of Credit Union)  yang terdiri dari 21.947 Kopdit/CU dengan anggota individu 38,1 juta jiwa. Sedangkan di seluruh dunia kopdit tergabung dalam wadah WOCCU (World Council of Credit Union) yang terdiri 53 ribu CU dengan anggota 188 juta jiwa yang tersebar di 100 negara. Dengan demikian Keberadaan Koperasi Kredit Kubu Bingin telah menjadi bagian dari jejaring CU di seluruh dunia dalam mengupayakan kesejahteraan bersama.
Koperasi Kredit Kubu Bingin selalu memberikan Pelayanan yang tulus kepada anggota yang adalah pemilik dan sekaligus  pengguna jasa Koperasi. Berbagai produk Koperasi telah tersedia untuk memenuhi keperluan anggotanya baik dalam bentuk simpanan maupun pinjaman.Koperasi Kredit Kubu Bignin menyediakan berbagai bentuk tabungan seperti Sibuhar A, Sibuhar B, Simpel, Sihara, Sisipan, Sita dan Sipensi dengan variasi bunga tabungan yang menarik.Berbagai produk  bentuk pinjaman juga disediakan bagi anggota, pinjaman umum, pinjaman khusus anggota, Pinjaman cepat, Pinjaman Back To Back, Pinjaman Multi Guna, Pinjaman Mikro yang selalu mengacu kepada kebutuhan anggota dalam menumbuhkan ekonomi keluarga dan mengembangkan usahanya. Telah banyak anggota yang terbantu dengan keberadaan Koperasi Kredit Kubu Bingin.
Pelayanan yang tulus pun  harus selalu diberikan kepada anggota tanpa membedakan statusnya. Baik kaya maupun miskin, tua maupun muda, pria maupun wanita adalah anggota yang memilik hak dan kewajiban yang sama. Melalui Kopdit maka solidaritas dalam membantu yang berkekurangan akan terwujud sangat nyata.
Koperasi Kredit Kubu Bingin berkewajiban pula untuk selalu menyisihkan sisa hasil usaha dalam bentuk Dana Sosial yang menjadi hak anggota. Dana sosial diberikan kepada anggota dalam bentuk bantuan dana pendidikan, bantuan rawat inap rumah sakit, maupun dana untuk anggota yang meninggal dunia.

Koperasi Kredit Kubu Bingin juga sangat peduli terhadap lingkungan kerja dengan turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan-kegiatan masyarakat sekitarnya yang diambil dari Dana pembangunan daerah kerja yang selalu disisihkan dari SHU. Kini peluang semakin besar bagi Koperasi Kredit Kubu Bingin untuk menjadi lembaga yang semakin berdaya guna.Persaingan dengan lembaga keuangan lainnya adalah tantangan sekaligus menjadi peluang untuk selalu berkembang dan belajar menjadi yang lebih baik dan semakin menjadi terang bagi seluruh masyarakat.

Posting Komentar

 
Top