GuidePedia

0
Kesuksesan menjadi tujuan utama setiap badan usaha, termasuk koperasi kredit. Akan tetapi, untuk mencapai kesuksesan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor pendukung. Hambatan yang sering dialami oleh koperasi kredit pada umumnya adalah faktor internal seperti kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki oleh koperasi, terutama pengalaman pengelola koperasi baik pengurus, pengawas dan manajemen, kesadaran dari anggota tentang pendidikan perkoperasian dan permodalan.
Koperasi Kredit yang sering juga disebut “Credit Union” adalah koperasi yang mempunyai usaha tunggal, yakni simpan-pinjam sebagai usaha atau bisnis utamanya. Koperasi kredit ini biasanya muncul atas prakarsa dan mufakat sekelompok orang yang merasa mempunyai kesamaan kebutuhan dan kepentingan untuk menggerakkan suatu modal bersama, terutama yang berasal dari simpanan untuk dipinjamkan di antara sesama mereka, dengan tingkat bunga yang memadai sesuai dengan kesepakatan bersama pula. Pinjaman dapat diberikan atas dasar keperluan darurat, usaha produktif  atau untuk keperluan kesejahteraan para anggota. Anggota koperasi kredit adalah pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Sumber dana utama koperasi kredit adalah dari anggota.
Ada beberapa pilar pokok bagi pengembangan koperasi kredit, diantaranya swadaya, kerja sama, efisiensi, solidaritas, kesejahteraan bersama, dan pendidikan yang bersinambungan. Keenam pilar tersebut terangkum dalam lingkup bahan pendidikan, baik  formal maupun informal, secara lisan maupun tertulis.
“Aspek pendidikan dalam lingkup pengembangan koperasi kredit sangat penting karena di samping koperasi kredit adalah gerakan ekonomi melalui kegiatan pendidikan”

Koperasi kredit adalah gerakan ekonomi melalui kegiatan pendidikan, dan koperasi kredit adalah gerakan pendidikan melalui  kegiatan ekonomi. Koperasi kredit berawal dari pendidikan, berkembang karena pendidikan. Koperasi kredit mendapat pengawasan oleh pendidikan! Oleh karena itu peran pendidikan sangatlah instimewa pada gerakan koperasi kredit.
Pentingnya aspek pendidikan terpatri dalam pengembangan koperasi kredit dengan adanya pembakuan panitia permanen yang disebut Panitia Pendidikan. Panitia ini melakukan upaya pendidikan kepada para anggota untuk mengembangkan sumber dana  dan sumber daya manusia yang ada di antara para anggota.
Pendidikan ini biasanya diadakan secara berkesinambungan! Oleh karena itu, Wakil Ketua dari jajaran Pengurus  di koperasi kredit primer secara langsung biasanya menjadi ketua panitia pendidikan ini. Hal ini berpangkal dari pengalaman bahwa kesulitan dari seseorang yang berkekurangan / miskin hanya dapat diatasi dengan jalan mengumpulkan dana dari mereka sendiri dan meminjamkan dana itu kepada sesama mereka asal ada pengembangan sumber daya melalui pendidikan yang bersinambungan, baik secara formal maupun informal (human investment).

Pada mulanya penanganan koperasi kredit berpijak pada pengaturan ekonomi rumah tangga para anggota. Semakin baik dan telaten pengaturan ekonomi rumah tangga, semakin berkembang koperasi kreditnya, karena tabungan pada koperasi kredit biasanya berasal dari penghematan dan efisiensi dalam penataan pengeluaran rumah tangga para anggotanya.

Menurut Manajer Kopdit Kubu Bingin, Dewa Ayu Putriani, SE  "Ada beberapa pendidikan dan pelatihan yang mesti diikuti oleh pengelola (pengurus & manajer) koperasi kredit seperti diklat dasar koperasi kredit, kepemimpinan, auditing koperasi kredit, manajemen keuangan, manajemen umum, pengembangan diri, perencanaaan koperasi kredit, kewirakoperasian dan training of trainer. Sedangkan untuk anggota koperasi, jenis diklat yang cocok diantaranya diklat dasar koperasi, kewirakoperasian, manajemen rumah tangga dan manajemen keuangan sederhana"

Mengingat keberhasilan koperasi kredit sangat dipengaruhi oleh pendidikan yang berkesinambungan, sudah seyogyanya pengelola koperasi membuat perencanaan anggaran untuk memback up biaya – biaya yang ditimbulkan atas kegiatan pendidikan tersebut. “Pendidikan adalah investasi bukan biaya”. Berikanlah kesempatan seluas - luasnya kepada pengelola koperasi baik pengurus, pengawas, karyawan maupun anggota untuk mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan!
Alokasi SHU merupakan salah satu alternatif untuk sumber dana kegiatan pendidikan selain pos biaya pendidikan itu sendiri. Alokasi SHU untuk dana pendidikan bisa disisihkan sebesar 5-10% disesuaikan dengan SHU lembaga.Semoga pendidikan yang terus - menerus yang dilakukan oleh gerakan koperasi kredit, kesadaran anggota sebagai pemilik dan pengguna jasa koperasi semakin meningkat, begitupula wawasan dari pengelola koperasi seiring dengan perkembangan ekonomi global dapat bersaing (Ayu)

Posting Komentar

 
Top