GuidePedia

0
Kamis - Jumat (25-26/2) Dinas Koperasi UMKM Provinsi Bali bekerjasama dengan Asisten Deputi Simpan Pinjam Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia menyelenggarakan sosialisasi operasional pelaporan KSP di Aston Kuta Hotel dan Residence, Jl. Wana Segara No. 2 - 5 Kuta Bali.

Menindaklanjuti surat dari Asisten Deputi Simpan Pinjam Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 28/Dep.2.1/II/2016 tanggal 19 Pebruari 2016, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra, SH, MH mengundang 15 Koperasi Binaan Provinsi Bali diataranya Pusat Koperasi Bali, KSP Wisuda Guna Raharja, KSP Duta Sejahtera, KSP Sari Artha Kencana, Kopjas Pariparta Bali, Kop. Angga Koripan, Kopdit Kubu Bingin, Kopdit Tabhira, Koeprasi Bina Pusaka, Kopdit Sumber Kasih Tangeb, KSP Dri Tunggal Sedana, KSP Nirmala, KSP Wikan, KSP Sedana Usada dan KSP Dharma Dhita.

Dari 15 Koperasi Binaan Provinsi Bali yang diundang, 14 Koperasi yang menghadiri kegiatan sosialisasi tersebut. Hadir ditengah peserta sosialisasi, Kasi Simpan Pinjam Dinas Koperasi UMKM Provinsi Bali - I Nengah Suwita, Esos, M.Si didampingi oleh Drs. Jemy Hermanus F.

Pertemuan hari pertama (25/2) diisi oleh Bp Suwandi tentang sosialisasi Lembaga Penjaminan Simpanan Koperasi (LPS - K). Pertemuan ini menyepakati,"LPS dibutuhkan koperasi, peserta LPS - K harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya : legalitas koperasi lengkap (badan hukum, NIK, Surat Ijin Simpan Pinjam, NPWP dan lainnya), Koperasi berpredikat SEHAT, Koperasi rutin melaksanakan RAT, usaha koperasi untung, koperasi sudah diaudit, pelayanan koperasi berbasis IT, koperasi bersedia membayar fee untuk LPS dan limit maksimal untuk simpanan anggota koperasi yang dijaminkan di LPS maksimal dua ratus juta rupiah". LPS - K bertujuan meningkatkan kepercayaan anggota koperasi pada KSP, "tambahnya

Pertemuan hari kedua (26/2) dipandu oleh Bapak Hermawan tentang pelaporan koperasi berbasis ONLINE. Disini kempat belas peserta dilatih mengaplikasikan program yang dipersiapkan oleh Asdep Simpan Pinjam Drs. Ahmad Husein, MM.

Drs. Ahmad Husein mengharapkan pelaporan KSP berbasis online akan mempermudah pihak pusat dalam mengambil keputusan karena profil, aset, volume usaha, SHU, jumlah anggota KSP lebih akurat. Laporan dari dinas koperasi ada tapi tidak tahu persis koperasi yang aktif atau tidak aktif. Siapkah koperasi menjadi penyalur KUR ? KUR ini diutamakan untuk koperasi yang sudah besar, pemerintah membantu subsidi bunga pinjaman 10%  disalurkan ke anggota dengan tambahan bunga 9% sehingga Koperasi menjual ke anggota dengan bunga pinjaman 19% pertahun, harapannya KSP bisa melayani anggota dengan bunga pinjaman yang lebih ringan.

Posting Komentar

 
Top