GuidePedia

0
Sama seperti organisasi pada umumnya, Koperasi Kredit Kubu Bingin harus memiliki informasi. Informasi bisa berupa apa saja, jumlah anggota, jumlah set, jumlah hutang dan piutang, dan masih banyak lagi.

Pihak yang berkepentingan terhadap informasi keuangan Koperasi Kredit Kubu Bingin adalah Anggota sebagai pemilik/pengguna, Pengurus dan Pengawas, Pemerintah (Depkop) dan Dirjen Pajak, Calon anggota dan masyarakat, Manajer dan karyawan, Koperasi-koperasi sekundernya (Puskopdit Bali Artha Guna dan Inkopdit) dan Pihak lain (Bank, Lembaga, Mitra, dan lainnya).

Mengingat hal ini sangat penting, Manajer Kopdit Kubu Bingin, Dewa Ayu Putriani, SE mengadakan Worshop Akuntansi yang diikuti oleh Kepala TP/Capem, Siswa Prakerin SMK Negeri 1 Mas Ubud dan Staff Keuangan selama 2 (dua) kali pertemuan yaitu pada hari Senin 14 September 2015 mempelajari proses alur transaksi keuangan  dan 17 September 2015 praktek membuat laporan keuangan Kopdit Kubu Bingin. Diklat tersebut dilaksanakan  di Lantai 2 Kantor Pusat Kopdit Kubu Bingin, Jl. Tengkulak Mas, Desa Kemenuh, Kec. Sukawati, Kab. Gianya, Provinsi Bali.

Dalam paparannya, manajer menyampaikan bahwa pencatatan keuangan sangat penting dilakukan dan dipahami proses akuntansinya oleh pengelola koperasi. Adapun beberapa tujuan pentingnya membuat pencatatan keuangan :
  1. Digunakan sebagai alat pengendali keuangan usaha. Melalui pembukuan dapat kita ketahui biaya-biaya yang tidak diperlukan sehingga dapat dipangkas atau dihemat.
  2. Untuk mengetahui kondisi usaha dalam kondisi untung/rugi. Dengan membuat pencatatan yang teratur, maka kita dapat membandingkan kondisi keuangan dari tahun sebelumnya dengan saat ini. Dengan demikian dapat diketahui apakah laba usaha mengalami kenaikan atau sebaliknya.
  3. Digunakan sebagai alat pengambil keputusan. Dengan melihat perkembangan keuangan dari waktu ke waktu, kita dapat meninjau apakah perlu untuk berinvestasi, fokus pada marketing, atau membuat keputusan stratejik lainnya berdasarkan kondisi keuangan saat ini.
  4. Memenuhi kewajiban sebagai warga negara yang baik, yaitu dengan melaporkan hasil pajak usaha. Perhitungan pajak didasarkan pada laporan keuangan usaha yang didapatkan dari neraca dan laporan laba rugi/perhitungan sisa hasil usaha.
  5. Laporan keuangaan dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan kelayakan usaha untuk mendapatkan bantuan atau tambahan modal dari pihak lain seperti perbankan atau investor. Hal ini dikarenakan laporan keuangan menunjukkan sehat/tidaknya kondisi perusahaan. (ayu)

Posting Komentar

 
Top