GuidePedia

0

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi UKM RI telah menyelenggarakan Diklat Manajer / Kepala Cabang untuk KSP/USP KJK Provinsi Bali selama 3 hari (13 – 15 Pebruari 2012) di Hotel Bumi Asih Bali, Jl. Raya Puputan No. 200 Niti Mandala Renon – Denpasar. Berdasarkan jadwal diklat tersebut direncanakan selama 4 hari (13 – 16 Pebruari 2012) namun dipadatkan menjadi 3 hari (dengan kondisi diklat sampai dengan malam hari / pukul 22.00 Wita). Perubahan jadwal tersebut berdasarkan kesepakatan peserta, fasilitator dan panitia (UPT Diklat Diskop UKM Provinsi Bali). Ada 2 orang Fasilitator dalam diklat tersebut yaitu Bambang Eko Muljono, SH, Sp.N, M.Hum, MMA dan R. Saefurrokhman
Pelatihan berbasis kompetensi manajer dibuka oleh Kepala UPT Diklat Diskop UKM Provinsi Bali Bapak I Ketut Rai Sukerta, M.Si mewakili Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Bali karena menghadiri rapat di Bank Indonesia (BI). Dalam sambutannya pak Rai menyampaikan, “ SDM sangat klasik, sangat mantap terbang lebih tinggi lagi sehingga sumber modal itu kelihatan lebih cepat mengalir ke koperasi”
Provinsi Bali mendapat pilihan untuk penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi Manajer KJK untuk angkatan ke-2 setelah wilayah Palembang. Pelatihan sertifikasi ini dibiayai dari APBN namun untuk Uji Kompetensi dibiayai secara swadana peserta diklat.
Pelatihan Berbasis Kompetensi Manajer Koperasi Jasa Keuangan (KJK). dalam rangka melatih keahlian kerja Manajer/Kepala Cabang KJK. Pelatihan ini berpedoman pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Koperasi Jasa Keuangan (SKKNI-KJK) yang telah disepakati secara nasional terkait dengan keahlian, pengetahuan dan sikap yang dibutuhkan untuk pekerjaan tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan seseorang sebagai hasil dari pelatihan. Salah satu karakter yang paling penting dalam pelatihan berbasis kompetensi adalah bahwa pelatihan ini menitikberatkan pada apa yang dilakukan sesuai dengan pekerjaan sebenarnya di tempat kerja.
Dalam pelatihan ini, modul dirancang untuk membantu fasilitator mengajar, memberikan aktivitas yang bertumpu pada peserta dan mengevaluasi kegiatan sesuai dengan SKKNI-KJK. Perlu diperhatikan dalam rangka pengembangan modul sektor tertentu, perlu dibuat khusus untuk memenuhi sektor tersebut. Fasilitator harus membuat struktur sesi berdasarkan :
· Kebutuhan peserta pelatihan
· Kebutuhan KJK
· Waktu yang tersedia dan situasi pelatihan
Strategi penyampaian, termasuk materi/modul, telah disediakan untuk para fasilitator. Materi yang disarankan, memberikan indikasi hal-hal apa yang perlu disampaikan agar program dapat memenuhi SKKNI-KJK. Strategi penyampaian yang digunakan dan asesmen yang diberikan dalam paket ini hanya digunakan sebagai rujukan. Fasilitator disarankan untuk menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja berdasarkan pengalaman kerja, contoh dan produk masing-masing untuk meningkatkan mutu pelatihan dan untuk memastikan kesesuaian pelatihan.
Program Pelatihan Berbasis Kompetensi Bagi Manajer KJK, difasilitasi oleh para nara sumber/fasilitator yang terlibat langsung dalam penyusunan SKKNI KJK. Pelatihan ini memiliki manfaat:
· Setelah mengikuti pelatihan ini peserta kompeten sebagai manajer Koperasi Jasa Keuangan (KJK) sesuai SKKNI-KJK.
· Peserta dilatih dan disiapkan untuk mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP-KJK.
· Peserta dapat langsung didaftar menjadi peserta uji kompetensi pada LSP-KJK.

Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi
· Apakah Pelatihan berdasarkan kompetensi?
Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah Pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).
· Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja ?
Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.
Pengakuan Kompetensi Terkini (PKT)
· Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?
Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC, berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali).
· Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
a. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
b. Berpartisipasi dalam Pelatihan yang mempelajari kompetensi yag sama atau
c. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.
Beberapa pengertian - pengertian istilah yang mesti kita pahami maknanya seperti :
Profesi
Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, Pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.
Standardisasi
Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.
Penilaian / Uji Kompetensi
Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.
Pelatihan
Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu, dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.
Kompetensi
Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.
Standar Kompetensi
Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.
Sertifikat Kompetensi
Sertifikat Kompetensi adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Seritifikasi Profesi.
Sertifikasi Kompetensi
Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses uji kompetensi.
STANDAR KOMPETENSI
Peta Paket Pelatihan
Untuk mempelajari satu modul perlu membaca dan memahami modul lain yang berkaitan dengan unit kompetensi
Apakah Standar Kompetensi?
Setiap standar Kompetensi menentukan :
a. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
b. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
c. Kondisi dimana kompetensi dicapai.
Apakah yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?
Anda akan mengembangkan pengetahuan, keterampilan yang dipersyaratkan untuk “menerapkan prosedur-prosedur mutu”.
Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?
Pada sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Peserta yang berbeda mungkin membutuhkan waktu yang berbeda pula untuk menjadi kompeten dalam keterampilan tertentu.
Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?
Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, faslitator Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang diserahkan adalah 2 (dua) kali
Unit Kompetensi yang Dipelajari
Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :
· Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan pesera pelatihan
· Mengidentifikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan.
· Memeriksa kemajuan peserta pelatihan
· Meyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk kerja telah dimasukan dalam pelatihan dan penilaian.
Pada akhir diklat, salah satu peserta diminta menyampaikan kesan/pesan mereka terhadap panitia penyelenggara. Ada beberapa kesan/pesan :
1. Diharapkan diklat ini tidak selesai sampai disini, mohon ada diklat pemantapan sebelum uji kompetensi untuk mereviuw kembali diklat yang telah diikuti sehingga uji kompetensi nantinya hasilnya memuaskan
2. Bahan – bahan materi dari semua fasilitator agar diback-up dalam bentuk CD diberikan kepada masing- masing peserta
3. Diklat selama 3 hari dengan modul yang cukup padat betul – betul membuat pusing namun optimis dapat diaplikasikan dikoperasi masing – masing dan mohon tetap pendampingan dari fasilitator/pembina
4. Pertemuan diklat manajer ini sangat penting dan bermanfaat karena bisa saling shering antar sesama manajer koperasi
Diklat ditutup pada hari Rabu,15 Februari 2012 pukul 20.15 Wita oleh Kepala UPT Diklat Dinas Koperasi UKM Provinsi Bali (I Ketut Rai Sukerta, M.Si). Dalam penutupan beliau menyampaikan diklat ini akan mendapatkan sertifikat sebagai syarat untuk mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan juga pada tahun ini dengan biaya swadana dari peserta (Ayu)

Posting Komentar

 
Top