GuidePedia

0
Air adalah salah satu sumber alam yang banyak terdapat di sekitar kita. Salah satu hal terpenting bagi kelangsungan hidup kita, mengingat 80% tubuh kita terdiri dari cairan. Sebagaimana penelitian para ilmuwan, unsur utama kita adalah oksigen, yang tanpanya kita tak akan bisa hidup. Selanjutnya air, dimana kita hanya akan bisa bertahan tanpa unsur ini dalam hitungan jam saja. Barulah kemudian kita memerlukan makanan, dan seterusnya.
Tetapi berbicara khusus tentang kebaikan air putih, banyak hal yang bisa diungkap. Sangat banyak penelitian ilmiah yang telah dilakukan para ilmuwan modern, tentang air ini. Mulai dari peran vitalnya dalam kehidupan kita, hingga khasiat-khasiat dan “keajaiban “ yang banyak menyertainya. Hal-hal yang berkaitan tentang itu banyak yang bisa kita jumpai di media-media cetak, buku-buku, koran dan majalah, serta belakangan ini lebih populer melalui media internet.
Penelitian yang paling terkenal oleh ilmuwan modern, adalah yang dilakukan oleh peneliti Jepang, Dr.Masaru Emoto, dari Universitas Yokohama. Ia dengan tekun melakukan penelitian tentang air, dan “perilaku”nya. Dan Masaru Emoto menemukan fakta ilmiah, bahwa air putih mampu merespons kata-kata. Kata-kata positif akan direspons dengan membentuk kristal-kristal yang indah. Air seakan memiliki perasaan, dan perasaan senang akan ditunjukkannya dengan membentuk kristal indah berbentuk bunga, dalam susunan molekulnya.
Sebagai contoh, saat kata “bahagia” ditunjukkan di dekatnya, molekul-molekul air itu akan membentuk kristal dengan ukuran seimbang yang sangat indah seperti permata. Sebaliknya, saat kata “tidak bahagia” ditunjukkan, kristal yang terbentuk menjadi pecah dan tak seimbang. Sepertinya, air yang diperlihatkan kata-kata negatif itu telah berusaha keras untuk membentuk kristal, namun kehabisan energi, karena kebahagiaan menghilang darinya. Begitu pula yang terjadi dengan air yang diperdengarkan doa-doa, seperti sering dilakukan untuk sebuah sumber air di Pulau Honshu, Jepang, dengan doa agama Shinto. Kristal terbentuk bersegi enam dengan indahnya. Pun bila diperdengarkan musik-musik lembut seperti musik klasik di dekatnya, atau pesan-pesan perdamaian, kristal akan terbentuk bercabang-cabang indah berkilauan, seiring semakin kuatnya konsentrasi si pemberi pesan. Sebaliknya saat ditunjukkan kata “setan”, atau pun musik jenis heavy metal, kristal hancur.

Air Sebagai Media Penyembuh
Sejalan dengan hal diatas, menjadi masuk akal bila sudah sejak lama, air juga digunakan banyak orang sebagai media penyembuh. Memang dahulu, ada sebagian kalangan agama yang menganggapnya sebagai hal yang tidak logis, bahkan seringkali dicap “musyrik”, dan lain sebagainya.
Namun bila diteliti lebih jauh, ternyata anggapan itu menjadi tidak berdasar. Fakta bahwa 80% tubuh kita terdiri dari unsur air, semakin menguatkannya. Air yang masuk ke dalam tubuh kita dalam jumlah cukup, dan metode yang benar, justru akan menjadi media yang sangat ampuh untuk menyembuhkan banyak sekali penyakit. Banyak terapi air dilakukan, dan terbukti manjur menyembuhkan berbagai penyakit, yang bahkan oleh dokter dan obat-obatan kimia, sudah divonis “tak tersembuhkan”. Mulai penyakit-penyakit ringan seperti sakit kepala menahun, flu, demam, batuk, gangguan pencernaan, hingga penyakit-penyakit berat seperti kanker dan tumor, dilaporkan bisa tersembuhkan. Tak hanya itu, terapi air juga sangat menunjang dalam dunia kecantikan dan perawatan tubuh, termasuk menghambat efek-efek penuaan, membantu regenerasi kulit dan sel, dan sebagainya.
Tetapi harus diingat, yang difokuskan dalam konteks air ini, adalah air putih. Semakin murni air tersebut, semakin bagus. Murni yang dimaksud di sini adalah semakin sedikit mengandung unsur tambahan, seperti logam berat, dan juga mineral lainnya. Mineral memang sangat diperlukan juga oleh tubuh kita dalam kuantitas tertentu, namun akan efektif dari makanan saja. Sebagai rujukan, penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa orang-orang Jepang terutama yang tinggal di sekita gunung Fuji, serta orang-orang Kanada dan Swiss, memiliki rata-rata tingkat hidup dan kesehatan yang lebih tinggi, dibandingkan orang-orang di belahan dunia lainnya. Hal ini sangat mungkin disebabkan karena konsumsi air minum mereka, adalah air alami, yang semakin mendekati kadar murni. Jadi air murni yang tersusun dari senyawa kimia H2O yang murni, bila tidak banyak dimuati oleh mineral-mineral lainnya, akan memiliki struktur awal berbentuk segi enam, yang akan sangat mudah diserap oleh sel-sel tubuh kita. Dengan demikian, fungsi air sebagai penyembuh, akan lebih efektif.
Air Sebagai Media Pembersih
Begitu pula pemanfaatan air secara luar tubuh, juga sama pentingnya, seperti yang sudah sering kita lakukan melalui aktivitas mandi dan berendam, untuk relaksasi. Air yang masuk ke dalam tubuh kita, pada dasarnya akan berfungsi sebagai pembersih terlebih dahulu. Meminum air putih dengan metode yang benar akan memurnikan tubuh manusia. Itu dikarenakan prosesnya, yang membuat usus besar bekerja lebih efektif, dengan membentuk sel-sel darah baru, yang dalam istilah medis dikenal dengan aematopaises. Prosesnya adalah pembersihan usus besar, sehingga saripati makana(nutrisi) diserap dengan lebih efektif. Selanjutnya zat-zat gizi ini diolah dengan lebih baik, termasuk pembentukan sel-sel darah baru. Sel darah baru inilah yang menjadi pendorong utama meningkatnya kesehatan dan imunitas tubuh seseorang, terhadap penyakit. Rangkaian proses ini , yang dikenal dengan mucousal fold, sangat memerlukan air putih.
Untuk meredakan kelelahan fisik dan otot, terutama pada kaki, metode dan terapi air ini sudah banyak dilakukan orang, dan terbukti memberikan hasil positif yang sangat signifikan. Cara paling sederhana, adalah merendam kaki dalam air dingin selama beberapa menit. Mandi dan berendam dalam air dingin (terkadang dikombinasikan dengan air hangat) terbukti mampu memperlancar sirkulasi darah, serta mempercepat relaksasi tubuh, terutama akibat stress kerja dan rutinitas sehari-hari.
Demikian sekilas tentang air. Masih banyak yang bisa kita ungkap darinya, karena tulisan ini hanyalah merupakan sebagian kecil saja, dari hasil penelitian yang telah ada. Maka tidaklah berlebihan, bila dikatakan tidak bijak kalau kita masih memperlakukan sumber alam kita yang satu ini secara kurang bijaksana. Marilah bersama-sama mulai sekarang, kita perlakukan alam, dan sumber air kita, dengan sebaik-baiknya (By Riko Arsana)

Posting Komentar

 
Top