GuidePedia

0
Rapat pengurus, pengawas dan manajer saat ini agak berbeda dari biasanya karena menghadirkan konsultan (Bp R. Anang Tinosaputra). Dengan kehadiran konsultan ditengah - tengah koperasi kredit Kubu Bingin diharapkan memberikan masukan yang berguna untuk pertumbuhan koperasi kredit kubu bingin dari berbagai aspek diantaranya : aspek keuangan, keanggotaa, teknologi, organisasi dan SDM. Rapat kali ini dipimpin oleh Ketua (Bp. Wayan Balik Supartama) pukul : 16.15 - 19.00 Wita. Pengurus yang absen adalah Bp. Emanuel Frans Supriyanto. Seperti biasa sebelum rapat dilanjutkan terlebih dahulu dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Bp. H. Patrianto (Sekretaris Pengawas).

Ada beberapa hal yang dibahas antara lain :
1. Menangani pinjaman bermasalah
Klasifikasikan pinjaman yang bermasalah menjadi 4 kategori :
1.1. Mau berarti ada keinginan dari peminjam untuk membayar tunggakannya kemungkinan terjadi kelalaian karena kesibukan
Caranya : adakan pendekatan/kunjungi anggota

1.2. Mampu berarti peminjam mempunyai kemampuan untuk membayar tunggakan pinjaman
Caranya : koperasi agar memberikan solusi pengelolaan keuangan yang benar kepada anggota tersebut, seperti : menabung

1.3. Tidak mau tapi mampu berarti peminjam tidak mempunyai keinginan untuk membayar tunggakan pinjaman walaupun sebenarnya ada kemampuan untuk membayar tunggakan pinjaman
Caranya : kolektor harus bisa mempengaruhi peminjam ini bahwa dampak kelalaian pinjamannya mempengaruhi kesehatan koperasi, sadarkan peminjam bahwa dia sebagai pemilik koperasi

1.4. Tidak mampu tapi mau berarti peminjam tidak mempunyai kemampuan untuk membayar pinjaman tapi mempunyai keinginan untuk mengangsur tunggakan pinjaman
Caranya : mengadakan pembaharuan pinjaman, jangka waktu angsuran diperpanjang, suku bunga pinjaman diringankan sehingga peminjam tersebut terjangkau pembayarannya

2. Spesialisasi job karyawan
Penetapan bagian mengkhusus untuk setiap staff, contohnya : bagian kredit
Dibuatkan job discription untuk masing-masing staff dan buatkan mereka target

3. Penyegaran/briving
Biasakan briving setiap pagi sebelum kerja dan evaluasi setiap sore sebelum pulang

4. Selusi memecahkan permasalahan
Pengurus menunjuk Ketua (Wy Balik Supartama) mewakili pengurus untuk menyelesaikan masalah pengurus dengan anggota (mengklarifikasi/mis komunikasi antara pengurus bagian kredit dengan anggota)

5. Merealisasikan program sosialisasi kopdit
Agenda wakil ketua tentang lomba menggambar dan mewarnai untuk anak TK dan SD untuk wilayah Gianyar dan sekitarnya direalisasikan pada bulan Agustus 2009

6. Laporan Keuangan
SHU yang tampak ada LKSB adalah dana cadangan umum.

7. CUMI adalah sebuah peluang
Mungkin peluang koperasi untuk menggait anggota dari kalangan menengah keatas kurang, karena sudah menjadi objek perbankan, ternyata peluang koperasi masih sangat lebar yaitu usaha micro, yang penting karyawan bisa mengajak mereka untuk membiasakan diri mengelola keuangannya sehingga ada keuntungan timbal balik yang sama-sama dirasakan oleh kedua belah pihak. Terpenting adalah petugas lapangan harus banyak punya inovasi untuk membuat objek (target/sasaran) bertekuk lutut, tidak lagi memandang sebelah mata tentang CU/Kopdit kita

8. Capaian target untuk rekreasi bersama keluarga dan study banding
Apabila target Asset ditahun 2009 ini tercapai 5 M maka manajemen dan pengurus termasuk keluarganya akan berstudy banding ke Jawa Timur (rekreasi)

9. Kemandirian dalam pengelolaan keuangan
Manajemen agar bisa mengelola keuangan anggota dengan baik, usahakan memberikan pinjaman, sumber dananya dari swadaya bukan dari pinjaman di Puskopdit, kecuali mendesak yaitu menjaga likuiditas koperasi.

10. Penguasaan produk knowledge untuk seluruh staff
Setiap karyawan hendaknya bisa menguasai semua produk koperasi agar bisa promosi lebih gencar. Keunggulan CU harus tetap dikedepankan sehingga banyak peluang kita untuk menambah anggota sehingga pemberdayaan masyarakat semakin besar

Acara ditutup dengan doa dan dipimpin kembali oleh Bp H. Patrianto

Dirangkum : Dewa Ayu Putriani




Posting Komentar

 
Top